Mengenal Fungsi Saringan Udara dan Perawatannya

Mengenal Fungsi Saringan Udara dan Perawatannya

Kangandi – Pada sepeda motor, baik yang masih menggunakan karburator atau sudah berteknologi injeksi umumnya menggunakan saringan udara atau air filter. Komponen ini termasuk penting, karena berhubungan dengan performa mesin. Saringan udara berfungsi untuk menyaring udara agar kotoran atau debu tidak masuk ke mesin atau ruang bakar. Sebab, mesin juga membutuhkan udara dalam proses pembakaran.

Yusuf Cipto, selaku kepala mekanik Honda Murni Subaja Mas, mengatakan saringan udara memiliki peranan penting di dalam sebuah bagian sepeda motor. Jika komponen yang satu ini tidak dirawat secara berkala, maka dapat menimbulkan kerusakan. Contohnya jika saringan udara kotor, maka udara yang masuk ke mesin menjadi lebih sedikit. Sehingga menyebabkan performa mesin tidak optimal. ” Perbandingan udara dan bahan bakar yang masuk ke mesin menjadi tidak ideal, sehingga bahan bakar sepeda motor akan terasa boros”, Kata Cipto, panggilan akrabnya.

Cipto menmbahkan, perbandingan udara dan bahan bakar yang tidak ideal bisa menyebabkan pembakaran jadi tidak sempurna. Tak hanya itu, endapan karbon juga bisa terjadi di dalam ruang bakar, jika endapan karbon sampai menumpuk bukan tak mungkin terjadi knocking atau mesin mengelitik. “Tentunya akan menyebabkan performa mesin berkurang dan mesin cepat rusak pembakaran tidak sempurna bisa mempercepat kerusakan pada busi dan beberapa komponen lainnya”, Ujar Cipto.

Agar performa mesin tetap terjaga, maka saringan udara harus tetap dirawat dan dijaga kebersihannya. Beberapa saringan udara ada yang bisa dibersihkan, tapi ada juga yang tidak bisa sehingga harus ganti dengan yang baru. Berdasarkan bahan utama materialnya, filter udara terbagi 3 jenis, yaitu Urithane Foam (busa), Dry Paper (bahan sejenis kertas, daya saring lebih bersih dibandingkan dengan jenis busa), dan Viscous Paper ( bahan sejenis kertas yang dilapisi oli).

“Untuk filter jenis Urithane Foam dan Dry Paper, kedua jenis ini dapat digunakan kembali setelah dibersihkan dan jadwal perawatan rutin, yaitu sekita 4.000 kilometer”, Kata Cipto. Sedangkan untuk tipe Viscous Paper mempunyai daya saring paling baik. Tetapi, kekurangannya tidak bisa dibersihkan jadi jika sudah kotor harus diganti dengan yang baru secara berkala, yakni setiap 16.000 km dan berlaku kelipatan.

“Namun yang harus bikers ketahui serta pahami adalah setiap filter udara mempunyai karakteristik berbeda-beda sesuai dengan bahan dasarnya. Oleh karena itu perawatannya pun berbeda-beda disesuaikan jenis masing-masing” Ujar Cipto.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan sendiri untuk merawat saringan udara tipe Urthane Foam dan Dry Paper. Untuk tipe Urthane Foam, cara membersihkannya bisa dicuci menggunakan air detergen atau cairan pembersih lalu diperas, ingat jamgat gunakan cairan yang mudah terbakar. Lalu dikeringkan dengan cara disemprot menggunakan alat penyemprot udara bertekanan selanjutnya lumasi saringan udara dengan oli.

Sesangkan untuk type Dry Paper anda bisa menyemprotnya dari bagian belakang saringan udara yang terdapat flame trap. Tentunya denga alat penyemprot bertekanan bisa dari arah flame trap secara horizontal dengan jarak 3 cm atau menyemprot dengan arah vertikal, lakukan proses tersebut selama 2 menit atau sampe terlihat tidak ada udara kotor keluar. Jika sudah selesai anda bisa semprot dari bagian depan berbentuk sudut 45 derajat dengan jarak penyemprotan 5 cm.

Tulis Pendapat Anda

%d blogger menyukai ini: